6 Wanita Ini Makin Memikat Setelah Resmi Jadi Janda

By 

Aksi Nekat Duo Pemuda Panjat Gedung Tinggi untuk Selfie

Aksi Nekat Duo Pemuda Panjat Gedung Tinggi untuk Selfie
By 

Video : SBY Kritik Jokowi Soal Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC)

Selasa, 15 Jumadil Akhir 1437 H / 9 Februari 2016 19:09 wib

Video : SBY Kritik Jokowi Soal Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC)

JAKARTA (voa-islam.com) - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal kebijakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang kesohor dengan sebutan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dari Halim Jakarta hingga Bandung, apa kata SBY?
Dalam video Youtube berdurasi 17:24 itu SBY menyatakan kita harus banyak belajar agar mau dikritik, "ketika mengemban amanah harus mau dikritik," urainya singkat.
"Mengenai pro-kontrak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 76 triliun yang meskipun tidak diambil dari APBN namun hakikatnya uang rakyat," ujar SBY lagi seraya membenarkan tindakan rakyat agar mengemukakan pandangannya.
"Pemerintah harus bersedia memberikan penjelasan segamblang-gamblang, karena menyangkut banyak hal. Mengapa kereta api cepat ini dibangun, berikan alasan selogis mungkin agar rakyat mengerti," jelas Presiden RI ke enam ini.
Nah loh...

Bagaimana pendapat Anda? [adivammar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!


Hebat! Dua Mahasiswa Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Taiwan

Ahad, 15 Jumadil Akhir 1437 H / 21 Februari 2016 22:50 wib
Hebat! Dua Mahasiswa Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Taiwan

JAKARTA (voa-islam.com)—Dua orang mahasiswa Indonesia menciptakan program aplikasi berbasis Android untuk membantu menemukan produk dan pelayanan halal di Taiwan.

Hasil karya Aris Kusumo Diantoro dan Faisal Fahmi, keduanya mahasiswa Indonesia yang menempuh program magister di National Chiao Tung University (NCTU) Taiwan itu, diluncurkan di Taipei, Ahad (21/2/2016).

"Saat ini pengetahuan mengenai kehalalan masih rendah. Muslim yang datang ke Taiwan tentunya akan merasa khawatir dengan makanan dan lingkungan di Taiwan," ujar Aris yang berasal dari Sleman, Yogyakarta, itu kepada Antara di Jakarta.

Ia berharap aplikasi yang diberi nama "Taiwan Halal" mampu mengatasi masalah yang dialami umat Islam, baik pekerja, pelajar, maupun wisatawan, yang menginginkan produk dan pelayanan halal di negeri berjuluk "Formosa" itu.

"Sebagai umat Islam, kami harus berusaha secara maksimal untuk mengikuti aturan halal atau haramnya satu produk atau layanan," ujar remaja yang juga aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan itu.

Aris menyadari banyak pekerja, pelajar dan wisatawan Muslim di Taiwan yang sering kali mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk dan jasa sesuai syariat Islam.

"Melalui aplikasi ini, umat Islam di Taiwan nanti akan mendapatkan banyak informasi mengenai restoran atau rumah makan halal, hotel yang memberikan pelayanan halal, masjid, dan komunitas Muslim di Taiwan. Kami berharap program yang dapat diakses melalui telepon seluler dan komputer ini dapat memandu mereka," ujarnya didampingi Faisal Fahmi yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.

Faisal yang bertindak sebagai programmer meminta masukan dari para pengguna agar aplikasi tersebut semakin mendekati kesempurnaan dalam memberikan pelayanan dan informasi mengenai kehalalan di Taiwan. * [Antara/Syaf/voa-islam.com]


Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ada Pengusaha Asing Beking Angkutan Online, Konvensional Diminta Hati-hati Adu Domba

2.470 views


Ada Pengusaha Asing Beking Angkutan Online, Konvensional Diminta Hati-hati Adu Domba

JAKARTA (voa-islam.com)- Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau lebih dikenal Ahok dinilai dangkal dalam menanggapi anarkis kendaraan umum konvensional beberapa waktu lalu. Dan masyarakat seharusnya bisa melihat lebih jeli akan pernyataan Ahok ini.
“Pendek solusinya @detikcom: Ahok: Silakan Sopir Taksi Demo, Kalau Merusak Kami Pidanakan! kata Andi Arief, mantan Staff Presiden SBY.
Bahkan Andi sedikit menyayangkan juga terhadap salah satu acara di televisi di dalam memberitakan tuntutan para supir angkutan umum konvensional. Ia meminta acara tersebut untuk lebih teliti melihatnya, terutama dalam menginvestigasinya.
“Kasihan @MataNajwa kecolongan lagi, ada saham anak petinggi negara di kendaraan online. Saran sih, investigasinya dijalanin. Soal anak pejabat tinggi negara yang miliki saham, di balik pemiskinan para pengendara taksi legal, akan kita bahas nanti kalau senggang.”
Menurut Andi, adanya demo kemarin disebabkan karena kesalahan dalam mengelola angkutan atau kendaraan umum. Sehingga tidak terjadi rangkulan sebagaimana mestinya negara terhadap pelaku usaha atau pekerja.
“Semua sudah demo besar, meski tidak ada mahasiswa. Ini ada yang salah dalam mengelola. Suatu waktu mereka bertemu di momentum. Semua kemajuan teknologi bisa diakomodir dengan bendera aturan jelas di semua sektor, bisa harmoni. Di kendaraan online salah asuhan.”
Untuk pengendara atau supir konvensional, ia meminta tetap terus memperjuangkan hak-haknya. Hak kesetaraan dalam melakukan usaha ataupun pekerja.
“Kalian harus melawan, legal sebagai pengemudi taksi. Dilindungi UU. Lawan kepentingan penguasa yang anaknya miliki saham di kendaraan online. Para driver kendaraan online, kalian juga mungkin merasakan kesulitan hidup.
Tapi Andi berharap para pendemo atau yang tidak demo tetap jangan mau diadu domba dengan sesamanya sendiri.” (Robi/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

18 Bulan Dilarang Melaut, Ribuan Nelayan Ancam Geruduk Menteri Susi

2.481 views
18 Bulan Dilarang Melaut, Ribuan Nelayan Ancam Geruduk Menteri Susi
TEGAL (voa-islam.com) - Salah satu tokoh perikanan mengungkap rencana ribuan nelayan dan masyarakat perikanan akan berunjuk rasa di Jakarta, 6 April 2016 yang bertepatan dengan hari Nelayan Nasional. "Diam tertindas atau bangkit melawan..." ungkap Basmi Said melalui akun facebooknya.
Hal ini sebagai imbas Moratorium Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berimbas 18 bulan nelayan tak bisa melaut. Sejak terbitnya Permen Nomor 57 Tahun 2014 pada Desember 2014, yang melarang bongkar muat di tengah laut atau transhipment, para pembudidaya ikan tidak dapat lagi melakukan ekspor.
Sementara itu, Wajan Sudja dari Asosiasi Budi Daya Ikan Laut Indonesia (Abilindo) menyatakan ekspor dengan pengiriman via udara berbiaya terlalu tinggi. Bila peraturan itu tidak dicabut, "ikan kerapu tidak dapat dipasarkan sehingga lebih dari 100.000 produsen lokal terancam bangkrut." Wajan mengklaim.
"Padahal, Indonesia adalah pemasok bibit-bibit ikan kerapu ke negara-negara ini," tambah Abilindo mendesak DPR menekan Menteri Susi untuk meninjau kembali keputusan tersebut.
Terlebih lagi, kebijakan itu tidak mengajak pengusaha duduk bersama dan memberikan waktu sosialisasi yang memadai. Justru regulasi baru ini mengurangi harga produk hingga sebesar 25 persen dibandingkan yang bisa dijual oleh Malaysia.
Selain Asosiasi Ikan Kerapu, para produsen lobster juga akan ikut bersama mengadukan nasibnya ke DPR. Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat (NTB) Aminullah mengatakan, Permen Nomor 1 Tahun 2015 tentang larangan penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan juga berpotensi mematikan mata pencaharian para nelayan di wilayah NTB.
Tak hanya itu, Menteri Susi dinilai menghambat perijinan kapal nelayan yang menyebabkan pasokan bahan baku untuk industri pengolahan ikan anjlok 85%, "Pasalnya aturan-aturan Menteri Susi dinilai menghambat perijinan kapal nelayan yang menyebabkan pasokan bahan baku untuk industri pengolahan ikan anjlok 85%, sehingga produksi cold storage dan pengalengan ikan tinggal 15% yang jalan." ujar Wajan yang memiliki usaha perikanan di Sumbawa ini.
"Akibatnya nelayan, buruh pengolahan ikan dan pengusaha dirugikan, serta negara kehilangan devisa dan penerimaan pajak. Perpanjangan perijinan kapal nelayan yang sebelumnya selesai dalam 14 hari, sekarang dihambat Susi menjadi 6 sampai dengan 11 bulan, walaupun sudah bayar PNBP dimuka." tambah Wajan dalam status Facebooknya (24/3).
Tanpa ijin SIPI, kapal nelayan tidak bisa dioperasikan, bisa disita negara. Industri perikanan yang dibangun puluhan tahun dihancurkan Susi.
Hancurnya industri perikanan Indonesia ditutupi Susi dengan prosesi-prosesi pengeboman kapal-kapal ilegal yang sudah in kracht. Benarkah Kejanggalan Kebijakan Menteri Susi Ditutupi Media Nasional? Susi juga membayar media untuk menutupi berita kehancuran industri perikanan Indonesia. Jurnalis, Pemred dan pimpinan media dibohongi. Beberapa redaktur media ibukota masuk angin.
Ekspor perikanan Indonesia 2015, anjlok 37.5%, turun dari 5.8 Milyard US$ menjadi 4 Milyard US$. Pembohongan publik ini terkuak saat sidak Wapres ke Ambon, Banda, Tual dan Bitung, 16 sd 18 Maret 2016. Susi sudah digarap kepentingan negara besar USA. USA tidak menginginkan ekonomi Indonesia maju. Indonesia berpotensi menjadi raja ikan dunia, namun bukan dari perikanan tangkap, melainkan dari perikanan budidaya. Produksi perikanan tangkap kita sudah tidak bisa ditingkatkan lagi. Selama 30 tahun terakhir sudah mentok di 5.5 juta ton per tahun. Namun produksi perikanan budidaya bisa ditingkatkan dari 15 juta ton menjadi 60 juta ton per tahun, menguasai 25% pasar dunia yg saat ini besarnya 160 juta ton per tahun, dan menurut FAO akan tumbuh menjadi 190 juta ton per tahun di 2024.
Namun Susi tidak mengembangkan perikanan budidaya. Dia hanya senang menjadi selebrity peledakan kapal-kapal ilegal saja. Anggaran pengembangan perikanan budidaya di KKP, hanya Rp. 1.67 Triliun, 10% dari total APBN KKP, padahal 75% produksi perikanan dihasilkan dari perikanan budidaya. Salah satu contoh aturan busuk Susi, ukuran kapal nelayan dibatasi maksimum 150 GT dst. Akibatnya biaya operasi penangkapan dan angkutan ikan menjadi termahal didunia. Negara-negara maju ukuran kapal nelayannya 500 hingga 14.000 GT.
Tidak Efisien, dan aman.
Kapal kecil tidak mungkin aman berlayar di laut ZEE dan laut lepas. Akibat pembatasan ukuran kapal, maka laut ZEE kita akan kosong dan tidak ada yang menjaga dan mudah dimasuki kapal-kapal negara lain, termasuk kapal perang mereka. Menurut UNCLOS 1982, jika Indonesia tidak memanfaatkan perairan ZEEnya, maka negara lain bisa memanfaatkannya. Tanpa beroperasinya kapal angkut, yang dibutuhkan untuk mengangkut ikan tangkapan nelayan dari Indonesia Timur ke unit-unit pengolahan ikan di Bitung dan Pulau Jawa, maka hasil tangkapan nelayan akan jadi sia-sia dan industri pengolahan ikan mati karena kekurangan bahan baku.
"Masih banyak lagi aturan Susi yang menghancurkan perikanan Indonesia." tutup pengagas Gerakan Nelayan Nasional Masyarakat Perikanan Indonesia (GERNNAS MAPI) ini akan melangsungkan aksi #HariNelayanTanpaMelaut. [adivammar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Setelah Digratiskan Saham Blue Bird Melejit

Setelah Digratiskan Saham Blue Bird Melejit
VIVA.co.id -  Setelah taksi biru PT Blue Bird Tbk (BIRD) memberikan pelayanan transportasi secara gratis kemarin, sahamnya langsung melejit 525 poin, atau 8,37 persen dari posisi buka Rp6.275 menjadi Rp6.800 pada penutupan hari ini, Kamis 24 Maret 2016.
Sementara itu, saham PT Express Transindo Tbk (TAXI) ditutup di posisi Rp210, turun 15 poin, atau 6,67 persen dari pembukaan tadi pagi Rp225.
 
Analis Danareksa Lucky Bayu Purnomo mengatakan, melejitnya saham Blue Bird merupakan respons pasar terhadap perseroan, lantaran telah menjalankan fungsinya sebagai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap aksi unjuk rasa lusa.
 
"Ya, sebetulnya bukan karena taksi gratis kemarin, ini hanya sebagai obat generik saja," kata dia kepada VIVA.co.id, Kamis 24 Maret 2016.
 
Sementara itu, untuk saham Exspres yang menurun, lantaran respons pasar yang menilai tidak ada sikap apapun dari perseroan terhadap aksi unjuk rasa, disamping nilai fundamental Express berbeda dengan Blue Bird.
 
"Dari harga juga berbeda kan, Express Rp200an, sedangkan Blue Bird di harga Rp6.000an," ujarnya. (asp)