Tampilkan postingan dengan label Cinta Tak Pandang Usia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Tak Pandang Usia. Tampilkan semua postingan

Aksi Nekat Duo Pemuda Panjat Gedung Tinggi untuk Selfie

Aksi Nekat Duo Pemuda Panjat Gedung Tinggi untuk Selfie
By 

Hebat! Dua Mahasiswa Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Taiwan

Ahad, 15 Jumadil Akhir 1437 H / 21 Februari 2016 22:50 wib
Hebat! Dua Mahasiswa Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Taiwan

JAKARTA (voa-islam.com)—Dua orang mahasiswa Indonesia menciptakan program aplikasi berbasis Android untuk membantu menemukan produk dan pelayanan halal di Taiwan.

Hasil karya Aris Kusumo Diantoro dan Faisal Fahmi, keduanya mahasiswa Indonesia yang menempuh program magister di National Chiao Tung University (NCTU) Taiwan itu, diluncurkan di Taipei, Ahad (21/2/2016).

"Saat ini pengetahuan mengenai kehalalan masih rendah. Muslim yang datang ke Taiwan tentunya akan merasa khawatir dengan makanan dan lingkungan di Taiwan," ujar Aris yang berasal dari Sleman, Yogyakarta, itu kepada Antara di Jakarta.

Ia berharap aplikasi yang diberi nama "Taiwan Halal" mampu mengatasi masalah yang dialami umat Islam, baik pekerja, pelajar, maupun wisatawan, yang menginginkan produk dan pelayanan halal di negeri berjuluk "Formosa" itu.

"Sebagai umat Islam, kami harus berusaha secara maksimal untuk mengikuti aturan halal atau haramnya satu produk atau layanan," ujar remaja yang juga aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan itu.

Aris menyadari banyak pekerja, pelajar dan wisatawan Muslim di Taiwan yang sering kali mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk dan jasa sesuai syariat Islam.

"Melalui aplikasi ini, umat Islam di Taiwan nanti akan mendapatkan banyak informasi mengenai restoran atau rumah makan halal, hotel yang memberikan pelayanan halal, masjid, dan komunitas Muslim di Taiwan. Kami berharap program yang dapat diakses melalui telepon seluler dan komputer ini dapat memandu mereka," ujarnya didampingi Faisal Fahmi yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.

Faisal yang bertindak sebagai programmer meminta masukan dari para pengguna agar aplikasi tersebut semakin mendekati kesempurnaan dalam memberikan pelayanan dan informasi mengenai kehalalan di Taiwan. * [Antara/Syaf/voa-islam.com]


Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

18 Bulan Dilarang Melaut, Ribuan Nelayan Ancam Geruduk Menteri Susi

2.481 views
18 Bulan Dilarang Melaut, Ribuan Nelayan Ancam Geruduk Menteri Susi
TEGAL (voa-islam.com) - Salah satu tokoh perikanan mengungkap rencana ribuan nelayan dan masyarakat perikanan akan berunjuk rasa di Jakarta, 6 April 2016 yang bertepatan dengan hari Nelayan Nasional. "Diam tertindas atau bangkit melawan..." ungkap Basmi Said melalui akun facebooknya.
Hal ini sebagai imbas Moratorium Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berimbas 18 bulan nelayan tak bisa melaut. Sejak terbitnya Permen Nomor 57 Tahun 2014 pada Desember 2014, yang melarang bongkar muat di tengah laut atau transhipment, para pembudidaya ikan tidak dapat lagi melakukan ekspor.
Sementara itu, Wajan Sudja dari Asosiasi Budi Daya Ikan Laut Indonesia (Abilindo) menyatakan ekspor dengan pengiriman via udara berbiaya terlalu tinggi. Bila peraturan itu tidak dicabut, "ikan kerapu tidak dapat dipasarkan sehingga lebih dari 100.000 produsen lokal terancam bangkrut." Wajan mengklaim.
"Padahal, Indonesia adalah pemasok bibit-bibit ikan kerapu ke negara-negara ini," tambah Abilindo mendesak DPR menekan Menteri Susi untuk meninjau kembali keputusan tersebut.
Terlebih lagi, kebijakan itu tidak mengajak pengusaha duduk bersama dan memberikan waktu sosialisasi yang memadai. Justru regulasi baru ini mengurangi harga produk hingga sebesar 25 persen dibandingkan yang bisa dijual oleh Malaysia.
Selain Asosiasi Ikan Kerapu, para produsen lobster juga akan ikut bersama mengadukan nasibnya ke DPR. Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat (NTB) Aminullah mengatakan, Permen Nomor 1 Tahun 2015 tentang larangan penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan juga berpotensi mematikan mata pencaharian para nelayan di wilayah NTB.
Tak hanya itu, Menteri Susi dinilai menghambat perijinan kapal nelayan yang menyebabkan pasokan bahan baku untuk industri pengolahan ikan anjlok 85%, "Pasalnya aturan-aturan Menteri Susi dinilai menghambat perijinan kapal nelayan yang menyebabkan pasokan bahan baku untuk industri pengolahan ikan anjlok 85%, sehingga produksi cold storage dan pengalengan ikan tinggal 15% yang jalan." ujar Wajan yang memiliki usaha perikanan di Sumbawa ini.
"Akibatnya nelayan, buruh pengolahan ikan dan pengusaha dirugikan, serta negara kehilangan devisa dan penerimaan pajak. Perpanjangan perijinan kapal nelayan yang sebelumnya selesai dalam 14 hari, sekarang dihambat Susi menjadi 6 sampai dengan 11 bulan, walaupun sudah bayar PNBP dimuka." tambah Wajan dalam status Facebooknya (24/3).
Tanpa ijin SIPI, kapal nelayan tidak bisa dioperasikan, bisa disita negara. Industri perikanan yang dibangun puluhan tahun dihancurkan Susi.
Hancurnya industri perikanan Indonesia ditutupi Susi dengan prosesi-prosesi pengeboman kapal-kapal ilegal yang sudah in kracht. Benarkah Kejanggalan Kebijakan Menteri Susi Ditutupi Media Nasional? Susi juga membayar media untuk menutupi berita kehancuran industri perikanan Indonesia. Jurnalis, Pemred dan pimpinan media dibohongi. Beberapa redaktur media ibukota masuk angin.
Ekspor perikanan Indonesia 2015, anjlok 37.5%, turun dari 5.8 Milyard US$ menjadi 4 Milyard US$. Pembohongan publik ini terkuak saat sidak Wapres ke Ambon, Banda, Tual dan Bitung, 16 sd 18 Maret 2016. Susi sudah digarap kepentingan negara besar USA. USA tidak menginginkan ekonomi Indonesia maju. Indonesia berpotensi menjadi raja ikan dunia, namun bukan dari perikanan tangkap, melainkan dari perikanan budidaya. Produksi perikanan tangkap kita sudah tidak bisa ditingkatkan lagi. Selama 30 tahun terakhir sudah mentok di 5.5 juta ton per tahun. Namun produksi perikanan budidaya bisa ditingkatkan dari 15 juta ton menjadi 60 juta ton per tahun, menguasai 25% pasar dunia yg saat ini besarnya 160 juta ton per tahun, dan menurut FAO akan tumbuh menjadi 190 juta ton per tahun di 2024.
Namun Susi tidak mengembangkan perikanan budidaya. Dia hanya senang menjadi selebrity peledakan kapal-kapal ilegal saja. Anggaran pengembangan perikanan budidaya di KKP, hanya Rp. 1.67 Triliun, 10% dari total APBN KKP, padahal 75% produksi perikanan dihasilkan dari perikanan budidaya. Salah satu contoh aturan busuk Susi, ukuran kapal nelayan dibatasi maksimum 150 GT dst. Akibatnya biaya operasi penangkapan dan angkutan ikan menjadi termahal didunia. Negara-negara maju ukuran kapal nelayannya 500 hingga 14.000 GT.
Tidak Efisien, dan aman.
Kapal kecil tidak mungkin aman berlayar di laut ZEE dan laut lepas. Akibat pembatasan ukuran kapal, maka laut ZEE kita akan kosong dan tidak ada yang menjaga dan mudah dimasuki kapal-kapal negara lain, termasuk kapal perang mereka. Menurut UNCLOS 1982, jika Indonesia tidak memanfaatkan perairan ZEEnya, maka negara lain bisa memanfaatkannya. Tanpa beroperasinya kapal angkut, yang dibutuhkan untuk mengangkut ikan tangkapan nelayan dari Indonesia Timur ke unit-unit pengolahan ikan di Bitung dan Pulau Jawa, maka hasil tangkapan nelayan akan jadi sia-sia dan industri pengolahan ikan mati karena kekurangan bahan baku.
"Masih banyak lagi aturan Susi yang menghancurkan perikanan Indonesia." tutup pengagas Gerakan Nelayan Nasional Masyarakat Perikanan Indonesia (GERNNAS MAPI) ini akan melangsungkan aksi #HariNelayanTanpaMelaut. [adivammar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Cinta Tak Pandang Usia

Cinta Tak Pandang Usia: Pengakuan Pria Muda Yang Mengencani Nenek 91 tahun
  Buat Kyle Jones, age doesn't matter. Ia mengakui sendiri bahwa ia suka pada wanita yang sudah sangat berumur. Di saat banyak wanita menjaga agar dirinya awet muda, Kyle Jones senantiasa mengencani wanita yang 3 kali lebih tua dari usianya.
Pria berusia 31 tahun itu mengatakan, "Gelombang otak manusia itu beda-beda.Ada yang memilih wanita blonde, ada yang suka wanita berambut gelap, ada yang suka sesama jenisnya dan aku, lebih suka wanita tua," ujarnya pada Metro.
Kalau ditanya apa bagian wanita yang bisa mempesona mata Kyle Jones, ia mengatakan bahwa garis-garis di leher dan kerutan adalah kesukaannya. Dalam kategori yang lebih intim dan berkaitan dengan sex appeal, Kyle suka dengan payudara wanita yang kelihatan kendor secara alami.
"Aku bukan fans berat operasi plastik. Aku tidak suka menyebutnya rambut beruban, aku adalah pecinta rambut keperakan yang alami," kata Kyle Jones.
Oleh karena itulah selama beberapa tahun terakhir, Kyle mengencani seorang nenek berusia 91 tahun bernama Marjorie McCool. Nenek ini pertama kali ditemui Kyle saat wanita itu sedang bekerja di toko buku. Marjorie yang biasa dipanggil Marge ini adalah seorang janda yang bercerai dengan suaminya.
Marge dikaruniai 6 anak lewat pernikahan pertamanya. Setelah bercerai ia bertemu dengan Kyle yang membuatnya jatuh cinta, "Ia membuatku kagum dan aku pun membuatnya terpesona. Sangat indah," ungkap nenek 91 tahun ini.
Cinta memang bukan hanya masalah usia, namun juga kecocokan jiwa. And happiness sometimes is really personal.